|
Khas untuk semua...
KEMBALI RINDU
Izinkanlah ku titiskan
Airmata keresahanku
Dicengkam kerinduan yang tak bertepi
Biarkan serpihan rembulan
Berguguran ke ribaanku
Agar terang kelam malam
Yang kita lalui
Oh asyiknya
Kalimah cintamu yang kau lafazkan
'Ku cinta padamu'
Ku tebarkan jala cinta
Di persisir pantai hatimu
Yang terbuka menantiku
Segala telah terbukti
Cintamu ternyatalah suci
Bagaikan mimpi
Jadi realiti
Oh asyiknya
Kalimah cintamu yang kau lafazkan
'Kaulah segalanya'
Ternyata yang indah
Sukarnya di madah
Bak cahaya yang tak tertadah
Sehingga
Ku sanggup terhimpit
Di dada waktu
Walaupun lena diulit sepi
Ku kirakan penantian
Penuh siksaan
Rupanya indah
Bak sesaat dalam semalam
Hanya satu pintaku
Ketulusan hati
Agar engkau tahu
Oh...asyiknya
Oh...pedihnya
Penantian
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menanti Sebuah Jawaban
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaku oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu
Sepenuhnya aku...ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan...tuk mencintaimu
Setulusnya aku...akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu
Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku...
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
~ PERMAIDANI ~
Rimbun dan redup kasihMu
Kau tempat ku berpayung
Di manakah lagi dapat ku rebahkan
Rasa gundah ini
Nun Kau teguh di sana
Pengasih dan penyayang
Pun ku masih terleka
Meneguk ihsanMu
Walau ku sedari
Oh... nyamannya
Bila diperlukan rinduMu
Mengimbaulah sentosa
Bentangkan ku permaidani
Dari baldu berwarna putih
Moga tak ku terasakan
Cubaan yang ku galas ini
Kepada Mu titianku
Hijrahkanlah diri ini
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tajuk: Di Ambang Sore
Artis: Ahmad Jais
Pelajar: Rizal
Dalam renunganku seorang
Di ambang sore nan lalu
Tiada bisikan tenang
Temasya indahku bisu
Ke satu arah tertentu
Ku lepaskan pandanganku
Ke tempat janji bertemu
Simpang tiga rumpun bambu
Tiap sore ku nantikan
Di simpang tiga titian
Dengan debar kasih sayang
Kata mesra pengharapan
Entah apakah sebabnya
Tiada khabar berita
Sejuk senja ku nantikan
Namun dikau tiada datang
Klik ---> Ahmad Jais ~ Di Ambang Sore
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nash ~ Pada Syurga Di Wajah Mu
Tuhan sengaja menduga kita
Di mana kesabaran manusia
Engkau isteri yang ku sanjungi
Lambang semangat cinta dunia
Pasti engkau terkenangkan
Peristiwa semalam
Saatku menggadaikan cinta
Pada onak dan duri asmara
Entah di mana akal fikiran
Hingga sesat di jalan yang terang
Ini suratan yang diberikan
Menguji kekuatan jiwa
Waktu engkau ku lupakan
Dalam kemarau cinta
Betapa hatimu rela
Demi melihatku bahagia
Kau menahan segala siksa
Di hati hanya berdoa
Mengharapkan aku kan pulang
Agar terang cahaya
Ku yang hanyut di arus dosa
Di laut ribut melanda
Dan berenang ke pelabuhan
Kasih sayang sebenar
Air mata cinta darimu
Ku menjadi rindu
Pada syurga di wajahmu
Tiada tanda kau berdosa
Biar aku cium tangan mu
Membasuh lumpur di muka
Ku yang hanyut berarus dosa
Di laut ribut melanda
Kau menahan segala seksa
Di hati hanya berdoa
Ku berenang ke pelabuhan
Mencari cinta sebenar
Kan ku tahan apa hukuman
Di hati hanya berdoa
Biar aku cium tangan mu
Sekali lagi bersama
Bukan sekali jalan berduri
Hanya tuhan yang pasti
Mengerti...


[ Last edited by freekey at 14-4-2007 02:25 PM ] |